Tanya jawab tentang tumbuh kembang

Growth and Development in Adolescent
GROWTH IN ADOLESCENT
    Soal : How do hormones, brains, and circadian rhythms od adolescents differ from those of younger children?
Jawab :
    Hormon
    Peran Kelenjar Pituitary – Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon yaitu hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon gonadotrofik yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Sebelum masa puber secara bertahap jumlah hormon gonadotrofik semakin bertambah dan kepekaan gonad terhadap hormon gonadotrofik dan peningkatan kepekaan juga semakin bertambah, dalam keadaan demikian perubahan-perubahan pada masa puber mulai terjadi.
    Peran Gonad – Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ-organ seks yaitu ciri-ciri seks primer : bertambah besar dan fungsinya menjadi matang, dan ciri-ciri seks sekunder, seperti rambut kemaluan mulai berkembang.
    Interaksi Kelenjar Pituitary dan Gonad – Hormon yang dikeluarkan oleh gonad, yang telah dirangsang oleh hormon gonadotrofik yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary, selanjutnya bereaksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan secara berangsur-angsur penurunan jumlah hormon pertumbuhan yang dikeluarkan sehingga menghentikan proses pertumbuhan, interaksi antara hormon gonadotrofik dan gonad berlangsung terus sepanjang kehidupan reproduksi individu, dan lambat laun berkurang menjelang wanita mendekati menopause dan pria mendekati climacteric.
Masa Remaja Awal
laki-laki : kadar testosteron bebas meningkat, LH meningkat cepat, namun FSH meningkat secara bertahap
perempuan : FSH mengalami peningkatan awal, LH pada akhir pubertas, dan terjadi peningkatan estrogen, peningkatan GH juga terjadi.
Masa Remaja Menengah
laki-laki : LH mencapai puncak, FSH terus meningkat
perempuan : LH mulai meningkat
Masa Remaja Akhir
laki-laki : LH sedikit meningkat, FSH meningkat tinggi, testosteron mencapai puncak, GH menurun

perempuan : LH mencapai puncak, GH menurun
    Otak
Timbul rasa marah, bahagia, putus asa, malas, meledak-ledak seringkali dipengaruhi kerja otak.
Masa remaja awal
    Pada usia 10 tahun volume otak mencapai 95%
    Rasa mengantuk di siang hari lebih kuat, waktu tidur malam lebih larut pada remaja, waktu tidur juga lebih sedikit karena pengaruh dari melatonin.
Masa remaja menengah dan akhir
Tidak ada pematangan sel saraf
    Circadian rhythms
Pada remaja, circadian rhythms atau jam biologis atau irama sirkadian berbeda dengan usia anak-anak. Di saat orang lain mengantuk, pada pukul 22:00 usia ini justru sedang penuh vitalitas sehingga masih sibuk dengan pekerjaan maupun belajar. Setelah lewat tengah malam, jam biologis baru mengendurkan alertness-nya. Tak heran jika banyak orang muda yang aktif hingga larut malam dan bangun jauh di siang hari. Fenomena ini dipengaruhi oleh melatonin.
Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin) adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yang terletak di antara kedua sisi otak. Hanya sebagian kecil dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon melatonin dapat dipacu oleh gelap dan hening serta dihambat oleh sinar yang terang maupun medan elektromagnetik (Zhdanova, 1995). Melatonin diproduksi dalam jumlah besar sekali pada orang muda, untuk kemudian menurun setelah usia 40 tahun. Beberapa gejala yang dapat timbul berkaitan dengan hormon melatonin, antara lain, sukar tidur (insomnia), gangguan pada irama sirkadian, jet lag, serta berbagai gejala lain. Gejala-gejala tersebut berkaitan dengan perubahan metabolisme hormon melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal. Gejala-gejala tersebut terutama timbul bila produksi hormon melatonin berkurang (Dollins, 1994). Produksi hormon melatonin bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga menyebabkan orang mudah tidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Cahaya maupun pajanan medan elektromagnetik dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan, termasuk sakit kepala, pening, dan keletihan.
    Soal : The endocrine system consist of a large number of different tissues and organs. Explain what endocrine tissue or organ and hormones involves puberty!

Jawab :
Hipothalamus memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) akan merangsang kelenjar pituitary untuk mensekresi FSH dan LH. Pelepasa FSH dan LH inilah yang merangsang produksi testosteron oleh testis (pada pria) dan estrogen oleh ovarium (pada wanita). Testosteron dan estrogen inilah yang berperan dalam pematangan sekunder karena merupakan hormon seksual.
Note:

Semakin baik nutrisi orang, pubertas cenderung lebih awal, namun jika terlalu gemuk juga akan menghambat. Ada beberapa hormon yg berperan saat pubertas:
Leptin => merangsang hipotalamus sehingga metabolisme lebih tinggi
    Soal : Give a brief description of the mechanism hypothalamic-pituitary-gonadal axis for puberty process!
Jawab :
Pubertas berlangsung sebagai hasil dari aktivitas hipothalamus-pituitary-gonad serta hormon estrogen dan testosteron. GnRH lah yang meningkatkan aktivitas stimulasi sekresi dari FSH dan LH dari kelenjar pituitari. Baik FSH maupun LH, secara bergantian, menstimulasi produksi dari kelenjar sex steroid. Pada laki-laki, testis memproduksi testosteron. Pada perempuan, ovarium menghasilkan estrogen. Produksi dari steroid seks diikuti oleh perkembangan dari karakteristik pematangan seksual sekunder, yang mempercepat pertumbuhan somatik juga, serta membuat munculnya fertilitas, dan diikuti oleh efek fisiologis lainnya.
    Hypothalamus mensekresi GnRH => menuju anterior portion => adenohypophysis merangsang GnRH sehingga nantinya kelenjar pituitary mensekresi FSH dan LH => sekresi estrogen dan progesteron.
    FSH merangsang folikel untuk pematangan ovum pada ovarium => sel granulosa menghasilkan estrogen => estrogen meningkat
    GnRH mensekresi secara bertahap, awalnya mempengaruhi pelepasan FSH kemudian LH.
    Soal : Give a brief description how to asses normal girls puberty and tanner’s system staging!
Jawab :
Pubertas pada perempuan:
    Perubahan bentuk tubuh:

Pada akhir dari masa pubertas. Perubahan komposisi tubuh terjadi secara signifikan oleh rata-rata perempuan selama masa pebertas. Rata-rata lean body mass perempuan remaja berkurang 80%-74% sedangkan rata-rata body fat levels bertambah 16%-27% pada akhir masa remaja. Perempuan mengalami peningkatan 120% pada lemak tubuh selama pubertas. Rata-rata, mereka mendapat kurang lebih 1.14 kg body fat mass setiap tahun selama pubertas
    Pertumbuhan bulu ketiak dan rambut pubis
    Menarke
Tahap pertumbuhan rambut pubis:
1. prapubertas
2. bentuk lurus sedikit ikal
3. warna lebih gelap, ikal, dan menyebar
4. bentuk tebal seperti bentuk dewasa
5. bentuk dewasa, bentuk segitiga
Tahap pertumbuhan maturitas payudara:
1.prapubertas
2.menonjol seperti bukit kecil
3.areola membesar
4.terbentuk bukit kedua
5.papila menonjol, sudah matang
    Soal : Give a brief description how to asses normal boys puberty!
Jawab :
Pubertas pada pria:
Beberapa perubahan yang terjadi:
    Pundak dan dada membesar
    Suara membesar
    Perkembangan lebih lambat

    Emosi meningkat
    Pertumbuhan awal kaki dimulai dari distal => tangan panjang dulu => kemudian pertumbuhan badan
    Pada pubertas optic globe memanjang => sehingga myopi
    Jerawat hilang saat pubertas sudah selesai
    Soal : What changes occur in the body’s size and shape during adolescene?
Jawab:
Beberapa perubahan yang terjadi pada laki-laki saat pubertas:
    Pundak dan dada membesar
    Suara membesar
    Perkembangan lebih lambat
    Emosi meningkat
    Pertumbuhan awal kaki dimulai dari distal => tangan panjang dulu => kemudian pertumbuhan badan
    Pada pubertas optic globe memanjang => sehingga myopi
    Jerawat hilang saat pubertas sudah selesai
    Pertambahan tinggi selama pubertas ♂: 25-30 cm
Beberapa perubahan yang terjadi pada perempuan saat pubertas:
    Panggul melebar
    Lengan dan kaki membesar
    Pertambahan tinggi selama pubertas ♀: 18-23 cm
    Soal :What is precocious puberty and what causes it?
Jawab :
Precocious puberty: pada perempuan => pertumbuhan rambut pubis sebelum 8 tahun
Pada laki-laki => perkembangan penis dan ukuran testis sblm 9 tahun
Sebab:

    Lesi pada pituitari dan sistem saraf pusat
    Gonadotropin-Secreting Tumors.
    Exogenous Sex Hormones.
    Soal :What is precocious delayed puberty in boys and girls, and what causes it?
Jawab :
Pada perempuan, perkembangan seksual yang tertunda ditandai dengan lambatnya pertumbuhan payudara saat berusia 14 tahun atau lebih dari 5 tahun setelah pertumbuhan awal jaringan payudara dan menarke. Pada laki-laki, perkembangan seksual yang tertunda ditandai dengan tidak adanya pembesaran testis saat usia 14 tahun atau telah melewati 5 tahun antara saat awal dan perkembangan lengkap dari genitalia.
Beberapa penyebabnya adalah:
    Hypopituitarism.
    Chromosomal Abnormalities (sindrom klinefelter)
    Karena autoimun
    Kekurangan hidroksilase 17 β
    Level gonadotropin yang rendah
    Retardasi mental
    Kekurangan nutrisi

DEVELOPMENT IN ADOLESCENT
    Soal : Describe what changes that happen in adolescence period!
Jawab :
Perubahan pada pubertas: perubahan bentuk tubuh, perubahan perilaku
Ada 3 stadium perkembangan remaja :
    Early adolescence (10-14 tahun)
    Middle adolescence (15-17 tahun)
    Late adolescence (18-21 tahun)
Cognition:
Early → sangat egoistik
Middle → lebih mengerti hubungan sosial
Late → memiliki idealistik sendiri
Autonomi:
Early → mandiri, moody
Middle → ada konflik dengan orang tua, namun sebagian besar remaja berusaha untuk mengerti orangtua
Late → sudah mulai memiliki gaya hidup sendiri
Body image:
Early → merasa tidak nyaman dengan perubahan sekunder
Middle → mulai terbiasa dengan perubahan
Late → mulai nyaman dengan body image
Peer group:
Early → kumpul sesama jenis, kontak lawan jenis bersama kelompok
Middle → mulai tertarik lawan jenis
Late → memiliki selera lawan jenis sendiri
Identity development:
Early → masih suka berandai-andai, merasa tidak ada orang yang mengerti dirinya
Middle → terkadang sering terjadi penyimpangan perilaku karena mencoba-coba (merokok)
Late → lebih memahami efek dari penyimpangan
    Soal : What is psychosocial changes in adolescence and what can we do?
Jawab :
Perubahan psikososial yang biasanya terjadi pada remaja adalah   Lebih banyak meluangkan waktu dengan teman dibanding dengan keluarga  Lebih sering menanyakan masalah seksualitas Lebih mencari waktu untuk ruang privasi untuk dirinya sendiri  Mengkuti berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan hobinya  Lebih sering beragumentasi  Tidak ingin dilihat sedang bersama dengan orangtuanya di depan umum Hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai orangtua untuk menyikapi hal tersebut adalah menyarankan remaja untuk mengikuti kegiatan positif dan meningkatkan nilai keagamaaan.
    Soal : What is cognitive changes in adolescence and what can we do?
Jawab :
Perubahan-perubahan kognitif yang terjadi pada remaja adalah:
    Remaja mulai menunjukkan kepada orang lain mengenai dirinya dan apa yang disukainya serta mengajak orang lain untuk mengikutinya juga.
    Remaja merasa tidak ada orang yang mengerti dengan apa yang dipikirkannya.
    Remaja berpikir bahwa sesuatu yang buruk tidak akan terjadi padanya, contohnya ia perpikir bahwa dia tidak akan mengalami kecelakaan sekalipun ia mengebut di jalan.
Hal yang perlu dilakukan sebagai orang tua adalah berusaha menempatkan diri atau mulai mengerti perubahan-perubahan pada masa pubertas dan mulai mencari solusinya.
    Soal : Can you explain about identity search period?
Jawab :
Pada periode ini ditandai dengan:
    Sering mencari waktu privasi
    Sering menanyakan berbagai pertanyaan
    Memiliki hobi baru
Pada masa ini terjadi pembentukan karakter, seringkali remaja ingin diakui lingkungannya, sehingga peran lingkungan sangat penting. Selain itu pada periode mencari jati diri, sangat rentan terjadi dioriented sehingga diharapkan remaja tidak salah dalam mengidolakan seseorang. Hal yang paling penting pada masa ini adalah peran orang tua untuk membimbing anaknya dalam mencari identitas dirinya. Karena jika seseorang ingin mencari jati dirinya maka harus mengetahui intrapersonal dirinya masing-masing terlebih dahulu.
    Soal : Explain the psychological problems that can happen in adolescence!
Jawab :
Masalah psychological yang terjadi pada remaja adalah ketidakstabilan emosi, senang mencoba-coba hal baru sehingga seringkali
menjerumuskan pada hal-hal yang berbahaya seperti kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminal.
Selain itu seringkali pada kasus psikologis terjadi anoreksia pada remaja karena merasa tidak nyaman terhadap ukuran tubuhnya, biasanya karena merasa dirinya gemuk. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah bahwa masa remaja merupakan puncak awal dari peningkatan kasus schizoprenia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s